- - - -
Facebook  Twitter  Google+

16/05/2016

Didemisioner, Abu Rizal Serahkan Panji Golkar ke Ketua Sidang Munaslub

 lintasmaduranews - Ketua sidang paripurna Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar, Nurdin Halid memutuskan Aburizal Bakrie didemisiaoner sebagai Ketua Umum Golkar dan menyerahkan panji Partai Golkar kepada pimpinan sidang.
Ketua Sidang Munaslub Golkar, Nurdin Halid, membacakan keputusan tersebut usai Aburizal berpidato menanggapi pandangan umum dari 34 Dewan Pimpinan Daerah Golkar tingkat I. 

"Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar periode 2014-2019 dinyatakan demosioner," kata Nurdin Halid di ruang sidang Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (16/5/2016). 

Usai Nurdin Halid membacakan keputusan itu, Aburizal maju ke podium bersama Idrus Marham untuk menyerahkan panji Partai Golkar kepada Nurdin Halid. 

Dalam pidatonya, Aburizal meminta maaf kepada seluruh kader atas kesalahan saat memimpin Golkar. Ia pun menyatakan kesiapannya menduduki posisi Ketua Dewan Pembina Golkar yang selama ini dijabat oleh Akbar Tandjung. 

"Itu semua saya lakukan sepenuhnya untuk kejayaan Golkar. Termasuk menyelenggarakan Munaslub ini," kata Ical, panggilan akrab Aburizal. 

Saat pandangan umum, laporan pertanggungjawaban Ical diterima seluruh DPD tingkat I Golkar yang berjumlah 34. Ical juga diusulkan menjadi Ketua Dewan Pembina Golkar untuk kepengurusan baru yang nantinya terbentuk. 

"Saya ucapkan terima kasih dan kesiapan saya atas penghargaan yang diberikan. Saya menyerahkan sepenuhnya ke mekanisme yang berlaku. Saya tidak akan meninggalkan kalian," kata Ical. 

Agenda sidang paripurna pandangan umum pun usai setelah panji Partai Golkar diserahkan Ical ke Nurdin Halid selaku Ketua Sidang Munaslub. 

Saat ini sidang komisi tengah digelar di Munaslub Golkar sebelum pemilihan calon ketua umum dimulai. Ketua Bidang Media Munaslub Golkar Meutya Hafid menyatakan, agenda pemilihan ketua umum kemungkinan besar akan mundur dari jadwal. 

"Rencana pemilihan ketua umum malam ini pukul 20.00 WITA. Kemungkinan tertunda beberapa jam," kata Meutya. 

Meutya memastikan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menutup agenda Munaslub seperti yang sudah dijadwalkan.