- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/05/2016

Dua Warga Bangkalan Berkelahi di Kafe, Satu Tewas Bersimbah Darah

lintasmaduranews.com - Perkelahian dua orang terjadi di Kafe Kelapa Gading, Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Bangkala, Madura, Jawa Timur, Minggu (29/5/2016).

Dari perkalihian tersebut, Satu tewas di lokasi bernama H Aziz (45), warga Desa Tenggun Dajah. Sementara satunya lagi bernama Firman (29) hanya mengalami luka di bagian paha dan betis kanan.

Kasus perkelahian yang terjadi sekitar pukul 12.00 itu tersebut ditangani Polres Bangkalan. Kasatreskrim AKP Adi Wira Prakasa mengungkapkan, korban meninggal karena mengalami luka tusukan di bagian perut dan dada serta bagian tubuh lainnya.

"Korban meninggal di tempat kejadian dengan luka tusukan benada tajam di perutnya dan bagian dada serta pinggang dan lengan kiri. Tersangka sempat kabur namun kami berhasil menangkap di rumahnya," ungkapnya.

Ia menjelaskan kronologi terjadinya perkelahian yang memakan korban satu jiwa tersebut. Keributan terjadi ketika korban menghampiri dan memaki tersangka. Bahkan, korban menampar tersangka di depan kasir.

"Karena tersinggung dan malu, tersangka menghunus pisau dan menusukkan ke arah perut. Kendati terluka, korban sempat membuka bajunya dengan cara merobek lalu menghunus pisau," paparnya.

Disinggung motif yang menyebabkan korban memaki hingga menampar tersangka, Wira menyebut keluarga keduanya memang pernah terlibat perselisihan namun tidak sampai terjadi perkelahian.

"Rumah pelaku dan korban berjarak sekitar 200 meter. Memang terjadi perselisihan, namun kejadian ini bukan karena balas dendam," paparnya. 

Saat ini polisi mendekati dua keluarga bertikai yang masih bertetangga itu dengan berusaha melakukan mediasi sehingga masalah perkelahian tersebut tidak menjadi rasa dendam di antara kedua pihak.

"Saya terjunkan anggota Polsek Klampis untuk pendekatan persuasif ke masing-masing keluarga. Diharapkan masalah ini tidak berkembang luas," ungkap Kapolres Bangkalan AKBP Anisullah M Ridha.

Pihanya belum memutuskan apakah akan mem-back up pihak Polsek Klampis dalam mengamankan dua keluarga tersebut.

"Belum ada dari anggota polres. Saya maksimalkan dulu dari polsek. Ke pihak klebun (kepala desa) sudah kami imbau," pungkasnya.

Atas tindakan main hakim sendiri, Firman terancam hukuman penjara selama 20 tahun lantaran melanggar Pasal 338 KUHP terkait pembunuhan.

Sumber : Surya