- - - -
Facebook  Twitter  Google+

19/05/2016

Gedung Baru Dewan Sumenep Diprediksi Selesai 2017 dan Menghabiskan Dana Rp.60 miliar

lintasmaduranews.com - Pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur diperkirakan akan selesai pada tahun 2017 mendatang dan akan menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp.60 miliar.

"Kami berharap prosesnya berjalan lancar dan selanjutnya pembangunan fisik gedung baru DPRD bisa direalisasikan pada 2017. Dana pembangunan gedung baru DPRD memang akan dialokasikan pada 2017," kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Abd Hamid Ali Munir, seperti dikutip dari antara ajatim, Rabu (18/5/2016).

Ia menambahkan, untuk anggaran secara pasti belum bisa diungkapkan karena masih menunggu hasil perencanaan konsultan yang dijadwalkan selesai pada tahun 2016.

"Angka Rp.60 miliar itu baru hitungan kasar. Untuk angka pastinya belum bisa kami sebutkan sekarang, karena harus menunggu hasil perencanaan dari konsultan pada tahun ini," katanya.

Pada APBD 2015 telah dialokasikan dana pengadaan lahan untuk lokasi pembangunan gedung baru DPRD sebesar Rp10 miliar, sedangkan pada tahun 2016 dialokasikan dana perencanaan pembangunan gedung baru tersebut sebesar Rp3,8 miliar.

"Untuk pembangunan fisiknya, berarti besaran dananya ya Rp60 miliar dikurangi pengadaan lahan dan perencanaan. Tapi sekali lagi, itu baru hitungan kasar," terangnya.

Gedung baru DPRD Sumenep dibangun dengan pertimbangan kondisi bangunan gedung yang ditempati sekarang yakni di Jl. Trunojoyo, dinilai mengkhawatirkan.Sesuai hasil kajian kontruksi dari tim Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada akhir 2014, lantai II pada gedung DPRD Sumenep tak layak ditempati atau disinggahi oleh lebih dari 50 orang. Padahal di lantai II tersebut terdapat sejumlah ruangan penting seperti ruang rapat paripurna dan ruang ketua DPRD.

“Pembangunan gedung baru DPRD Sumenep ini murni karena kondisi bangunan dinilai membahayakan keselamatan, terutama di lantai II. Jadi pembangunan gedung baru ini bukan karena hal-hal lain," tandasnya.