- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/05/2016

HMI Sumenep Tuntut Saut Situmorang Mundur, Inilah Tanggapan Ketua KPK

lintasmaduranews - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa di area Taman Bunga, Sumenep, Kamis (12/5/2016).

Mereka menuntut Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK RI mundur dari jabatannya. Sebab, stateman yang dikeluarkannya di salah satu televisi swasta dinilai mendiskreditkan HMI. Seteman Saut Situmorang tersebut yaitu “mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMI minimal LK I, tetapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat”. 
 
Selain berorasi secara, dalam aksinya mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan kecaman terhadap Wakil Ketua KPK tersebut. Ada empat item yang menjadi penekanan Alumni HMI Sumenep, yakni mengutuk pernyataan kebencian Saut Situmorang terhadap HMI, menuntut Saut Situmorang mundur sebagai pimpinan KPK, usut tuntas pidana pencemaran nama baik HMI, dewan etik KPK harus mengusut tuntas Saut Situmorang, dan DPR RI mengkaji ulang kelayakan Saut sebagai pimpinan KPK. 

“Saut Situmorang telah mencemarkan nama baik HMI. Minta maaf saja tidak cukup. Silahkan bertanggung jawab atas pernyataannya dengan mundur dari kursi Wakil Ketua KPK RI,"kata Saprawi, salah satu orator HMI, Kamis (12/5/2016). 

Ia mengungkapkan, sikap Saut Situmorang tidak menunjukkan sebagai seorang pemangku jabatan dalam memberantas korupsi di Indonesia. "Saut Situmorang perlu ditinjau ulang dalam posisinya sebagai Wakil Ketua KPK. Sebab, sudah mencemarkan nama baik organisasi HMI,"tegasnya. 

Aksi itu dilanjutkan dengan penggalangan tandatangan. Bahkan, mereka juga melaporkan Saut Situmorang ke Mapolres Sumenep terkait pernyataannya yang dinilai mencemarkan nama baik HMI. Berkas laporan yang diajukan para alumni HMI di Sumenep itu diterima oleh petugas SPK Polres setempat, Ipda Nurkholis.
 
Aksi unjuk rasa terkait dengan statemen Saut Situmorang tidak hanya dilakukan KAHMI dan Kader HMI Sumenep, melainkan HMI yang ada di empat kabupaten di Madura, bahkan di seluruh Indonesia. Sementara itu, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang juga alumni HMI mendatangi Gedung KPK guna membahas persoalan tersebut. Menurutnya, HMI desakan dan tuntutan HMI tidak akan berhenti sampai Saut mundur dari jabatannya saat ini. 

"Karena ia secara tidak bertanggung jawab, mengatakan sesuatu yang merugikan KPK dan menghina orang lain, tuntutan kepada Saut ini akan terus berlanjut dan tidak akan berhenti sampai Saut mengundurkan diri," ungkap anggota majelis penasihat KAHMI tersebut. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan pihaknya tengah mendalami pernyataan Saut Situmorang yang dinilai melecehkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). 

Menurutnya hal itu guna mencari tahu apakah ada pelanggaran etika dari pernyataan Saut Situmorang, saat berbicara di sebuah acara televisi swasta. "Kita sedang pulbaket (kumpulkan bahan-bahan dan keterangan), mencoba mencari tahu apakah memang ada etika yang dilanggar," katanya di Jakarta, Kamis (12/5/2016). 

Baru setelah itu kata Agus, lanjutnya, pihaknya menentukan apakah perlu membentuk komite etik atau tidak. Sebab, pembentukan Komite Etik terhadap Saut Situmorang oleh KPK menjadi salah satu tuntutan pihak HMI. "Dari hasil pulbaket itu kita tentukan apa perlu dibentuk komisi etik atau tidak," pungkasnya. (sum)