- - - -
Facebook  Twitter  Google+

19/05/2016

Komnas HAM Kunjungi Penderita Ganggungan Jiwa yang Dipasung di Sampang

lintasmaduranews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bersama para pejabat Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (19/5/2016) mengunjungi penderita gangguan jiwa yang sudah lama dipasung.

Salah satu penderita gangguan jiwa yang dikunjungi Komnas HAM dan pemerintah kabupaten sampang adalah Sutrisno asal Kelurahan Delpenang Kecamatan Sampang.

Koordinator Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Siane Indriani mengatakan, hampir seluruh Indonesia, sebagian masyarakat masih belum memahami bahwa gangguan kejiwaan itu adalah penyakit yang bisa diobati.

“Penyakit gnagguan jiwa bisa diobati, namun masyarakat selama ini memiliki stigma bahwa itu bagian dari kutukan atau sesuatu hal yang tidak logis, sehingga kemudian karena ada rasa malu atau masalah sosial yang dihadapi keluarga kemudian melakukan tindakan pemasungan yang justru tidak akan membuat sembuh dan termasuk tindakan yang melanggar HAM.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan mengunjungi penderita gangguan jiwa yang ada di Sampang, melainkan akan mengunjungi tempat lain dengan tujuan untuk mengetahu proses penyembuhannya
"Bukan hanya di Sampang saja, kami juga akan mengunjungi daerah-daerah lainnya dan kami ingin melihat sejauh mana tindak lanjut dari proses-proses penyembuhannya, karena masalah ini harus diatasi bersama-sama," terang Siane Indriani. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Firman Pria Abadi yang mendampingi kunjungan Komnas HAM tersebut mengatakan. Pihaknya akan menindaklanjuti beberapa kasus pemasungan di daerahnya dan Dinkes mempunyai program yaitu menyadarkan pihak keluarga bahwa pasung itu suatu tindakan yang tidak benar dan pengobatannya tidak semuanya harus dirawat di rumah sakit, tapi bisa dengan home care. ‎ 

"Jadi kami tidak rela kalau rakyat Sampang dipasung karena ini bukanlah kutukan," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sampang Syamsul Arifin mengungkapkan, mereka yang dipasung rata-rata antara 3 sampai 5 tahun bahkan ada yang sampai puluhan tahun. 

"Dari 14 Kecamatan di Kabupaten Sampang cuma tiga kecamatan yang tidak ada kasus pasung yakni di Kecamatan Ketapang, Tambelangan dan Torjun, sedangkan 11 Kecamatan lainya ada saja warga yang dipasung," tandasnya. 

Lebih lanjut Syamsul Arifin menjelaskan, berdasarkan data Dinsosnakertrans Sampang di Tahun 2016 ini, kasus pemasungan yang terjadi di wilayahnya sebanyak 119 kasus. "Jumlah warga Sampang yang dipasung masih ratusan," pungkasnya.