- - - -
Facebook  Twitter  Google+

11/05/2016

Puluhan Ribu Hektar Sawah di Kangean Gagal Panen

lintasmaduranews - Sedikitnya 16.000 hektare sawah di Pulau Kangean, Kecamatan Arjasan dan Kangayan Sumenep, gagal panen. Hal itu terjadi, lantaran sejak awal musim tanam hingga saat waktu panen tiba, tanaman padi diserang ribuan hama ulat pengerek batang menyebabkan batang padi rapuh dan memutih.

Kendati ada sebagian sawah yang bisa memanen hasil tanaman padinya, namun hasilnya jauh bila dibandingkan hasil panen padi tahun 2015 lalu.

Kalau tahun lalu, dalam satu hektare sawah, bisa menghasilkan 5 sampai dengan 8 ton gabah padi, tetapi saat ini hanya sekitar 2 sampai 3 ton gabah padi.

‘’Sebagian besar kami memang gagal panen padi tahun ini. Kami pun tidak mampu melawan ganasnya hama yang berupa ulat potong leher batang padi. Berbagai obat pestisida telah kami semprotkan, tapi tak mempan,’’ ujar Rahwini (44) warga Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean Sumenep, Selasa (10/5/2016).

Menurut Rahwini, penyakit blas atau bercak belah ketupat ternyata juga dapat menyebabkan tangkai membusuk dan patah. Penyakit tersebut biasa disebut hama busuk leher. Ganasnya hama ini biasanya berupa infeksi terjadi sebelum pengisian bulir, hingga menyebabkan kehampaan bulir padi.

‘’Tidak hanya daun dan mulai batang juga dapat terinfeksi sehingga batang padi membusuk dan rebah. Makanya, bila kena hama ini, dipastikan akan gagal panen,’’ jelas Ketua Paguyuban Petani Kepulauan (PPK) ini. 

Hancurnya panen padi di kepulauan juga dibenarkan Kepala Desa Pajjanangger, Kecamatan Arjasa Kangean Suhrarawi.Menurutnya sejak awal pihaknya sudah malaporkan mewabahnya hama padi tersebut ke UPT Dinas Pertanian di Kecamatan Arjasa. Namun tidak ada respon dan hama padi tersebut terus menggerogoti tanaman padi hingga saat munim panen tiba.

‘’ Panen tahun ini anjlok, akibat serangan hama ganas. Saat ini hasil panen per hektar antara 10 hingga 15 sak gabah, padahal sebelumnya bisa panen sampai 150 sak gabah per hektare,’’ jelas Suhrarawi.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumenep, Bambang Heriyanto mengaku telah mendengar kegagalan tanaman padi di Pulau Kangean.Namun pihaknya masih meminta laporan dari UPT Pertanian Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.‘’Nanti kita upayakan pada tanaman padi berikutnya wabah hama bisa ditangkal,’’ katanya.

Di wilayah kepulauan Kangean, Kecamatan Arjasa, terdapat 23.852 hektare lahan sawah terbagi menjadi 13.388 hektare sawah tadah hujan, dan 5.385 hektare lahan sawah berpengairan teknis terdiri dari lahan sederhana dan lahan memakai irigasi desa. Tidak hanya itu, Pemkab Sumenep juga mencetak lahan sawahbaru seluas 300 hektare dengan dana Rp 3 miliar.(surya)