- - - -
Facebook  Twitter  Google+

18/05/2016

Setelah Amankan 2 Tersangka Kasus Jalan, Kejari Sumenep akan Periksa Dinas PU Bina Marga

lintasmaduranews.com - Kejari Sumenep terus melakukan pengusutan terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan peningkatan jalan di Desa Baragung sampai Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan.

Pada Senin (09/05/2016), pukul 15.30 WIB, Kejari Sumenep mengamankan seorang tersangkan bernama Siti Aminah (35), warga Kelurahan Bangselok, Sumenep, pada Senin (09/05/2016), pukul 15.30 WIB. Siti Aminah berperan sebagai Direktur CV yang mengerjakan proyek tersebut.

Pengusutan terus dikembangkan sehingga Kejara mengamankan tersangka lain berinisial IH yang merupakan konsultan pengawas pada pengerjaan proyek tersebut dengan membawa bendera CV Centrum Consulindo yang beralamatkan di Surabaya. Sebelum IH sempat diperiksa kejaksaan sebagai saksi.

“Sebelumnya IH kami periksa sebagai saksi, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pembangunan peningkatan jalan di Desa Baragung sampai Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep Bambang Sutrisna, Rabu (18/5/2016).

Kajari menambahkan, IH diperiksa bersama kuasa hukumnya di Kejari sebagai saksi, namun setelah kurang lebih satu jam menjalani pemeriksaan, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan selama 20 hari.

“Penahanan kami lakukan untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan. Penetapan IH sebagai tersangka sudah memenuhi dua unsur yakni alat bukti dan keterangan saksi,” jelasnya.

Walaupun sudah menahan dua orang tersangkan, pihak Kejari Sumenep akan terus melakukang pengembangan pengusutan terhadap kasus ini. Kejari Sumenep beranggapan ada tersangka lain yang belum diketahui.

 “Meskipun saat ini kami sudah menetapkan dua tersangka, namun tidakmenutup kemungkinan akan bertambah,” pungkasnya.

Kajari menambahkan bahwa, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi, khususnya bagi unsur dinas PU Bina Marga Sumenep.

Tersangka kedua I-H dalam penetapan dan penahanannya juga dijerat dengan pasal yang sama dengan tersangka Siti Aminah, yaitu dijerat pasal 2,3 dan 9 jo pasal 18 UU 31/1999 jo UU nomor 20/2011 tentang tindak pidana Korupsi (Tipikor). Dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (sum)