- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/06/2016

Demi Menjaga Nilai-Nilai Keislaman, Kafe Zurin Ditutup

lintasmaduranews.com - Setelah melalui proses panjang, akhirnya Kafe Zurin Resto di Jl. HP Kusuma, Sumenep resmi ditutup oleh pemiliknya dengan alasan demi menjaga nilai-nilai keislaman dan norma-norma dalam masyarakat Sumenep.

Kuasa hukum Zurin Resto, Ach. Supyadi mengatakan penutupan kafe tersebut atas dasar keihklasan dan kesadaran pihak Zurin  bahwa kafe tersebut beroperasional tidak sesuai dengan kultur budaya masyarakat Sumenep.

"Pengelola kafe sudah sepakat untuk menutup usahanya. Penutupan itu dilakukan dengan ikhlas, karena menyadari bahwa kafe miliknya tidak sejalan dengan kultur masyarakat Sumenep," kata kuasa hukum Zurin Resto, Ach. Supyadi, Selasa (31/05/16). 
Penutupan Kafe Zurin ditandai dengan pemasangan spanduk yang beirisi kesepakatan antara pemilik Kafe Zurin dengan kuasa hukum Kafe Zurin. Spanduk tersebut bertuliskan, 'Kami berdakwah melalui profesi advokat ini. Telah sepakat antara kami selaku kuasa hukum dengan pengelola untuk menutup Cafe Zurin ini. Karena kami adalah muslim yang akan terus  menjaga nilai-nilai Keislaman di Sumenep'. Pada pojok kanan-kiri spanduk, terdapat foto kuasa hukumnya, Ach. Supyadi dan pengelola kafe, Yohanes Arifin Soplaint. 
"Tetapi sekalipun pengelola kafe sudah ikhlas menutup kafenya, namun untuk kasus hukum yang sudah dilaporkan ke Polda Jatim tetap jalan," tandas Supyadi. 
Sebelumnya, Pemilik Zurin Resto Sumenep, Yohanes Arifin Soplaint, warga Jl. Wonokusumo 154, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir Surabaya, resmi melaporkan Kepala Satpol PP Sumenep ke Polda Jatim, dengan tuduhan pencemaran nama baik. 
Dalam tanda bukti lapor nomor: TBL/616/V/2016/UM/Jatim, tanggal 26 Mei 2016 disebutkan, bahwa terlapor adalah Imam Fajar (50), sebagai Kepala Satpol PP Kabupaten Sumenep, warga Jalan Dr Wahidin, Nomor 59, Pajagalan, Sumenep. 
Dalam laporan tersebut, terlapor diduga menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan/ fitnah dan atau pencemaran nama baik dan atau perbuatan tidak menyenangkan, Pasal 311 dan atau 310 dan atau 335 KUHP. 
Laporan tersebut merupakan buntut penutupan kafe oleh Satpol PP pada Rabu (25/05/16). Dua kafe yang ditutup permanen sekaligus dicabut izin usahanya, dengan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Sumenep adalah Zurin  Resto, di Jl. HP Kusuma No. 26, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kota Sumenep, dan Kafe Ayu, di Jl. Yos Sudarso, Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep. Sedangkan satu kafe lagi dinyatakan dalam pengawasan, yakni Mila Resto di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan. 
Dua kafe yang izinnya rumah makan tersebut ditutup permanen, karena sudah melanggar aturan, yakni mengganggu ketertiban umum, terdapat minuman keras, dan menyalahgunakan izin usahanya serta jam buka melampaui ketentuan. 
"Sebenarnya Zurin resto ini awalnya dibuka karena pengelola kafe mendapat masukan dari sejumlah 'pembisik' bahwa Sumenep butuh hiburan seperti kafe. Tetapi kenyataannya, pengelola justru dimanfaatkan oleh para 'pembisik' itu," ucap Supyadi tanpa menyebut siapa pembisik yang dimaksud. 
Sumber : beritajatim