- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/06/2016

Dipecat Jadi Dosen, Novel Bersyukur karena Dijauhkan dari Orang Tidak Benar

lintasmaduranews.com - Universitas Wirara (Unuja) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberhentikan seorang dosen Fakultas Hukum bernama Ach. Novel. Kamis (30/6/2016). Pemberhentian tersebut atas dasar surat keputusan nomor: M.01/DK-PKE/VI/2016 yang yang dikeluarkan berdasar laporan Pimpinan Fakultas Hukum yang menilai bahwa Ach. Novel telah melanggar Kode Etik Universitas Wiraraja.

Anggota Dewan Kehormatan Universitas Wiraraja Sumenep Sjaifurrahman menjelaskan, pemberhentian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh pihak Unija. Selain itu juga atas dasar pengakuan Ach. Novel bahwa dirinya sebagai aktor pemalsuan akta Yayasan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, akhirnya diputuskan bahwa yang bersangkutan dianggap melanggar kode etik, bahkan yang bersangkutan mengakui jika dengan sengaja tanpa intimidasi pihak lain, sebagai aktor intelektual dalam pelaporan Universitas Wiraraja tentang pemalsuan akta yayasan serta dugaan penggelapan aset,” paparnya, Kamis (30/6/2016).

Sjaifurrahman menambahkan, pihaknya juga mengusulkan sanksi pemecatan tidak hormat, namun eksekutor dari putusan tersebut adalah yayasan yang didasarkan pada pertimbangan dari Dewan Kehormatan.

“Kami juga mengusulkan sanksi disiplin kode etik yakni pemecatan dengan tidak hormat ke Rektor, namun sebagai eksekutor tetap Yayasan. Seharusnya jika ada permasalahan sebelum dienduskan keluar, dibahas secara internal terlebih dulu, melalui fakultas dan senat. Itu sudah prosedurnya,” imbuh Sjaifur.

Putusan tersebut bersifat final, sehingga tidak ada kesempatan untuk yang bersangkutan melakukan upaya hukum atau sebagainya. 

"Mungkin surat pemecatan akan turun sehari – dua hari lagi, kita tunggu saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Ach Novel saat dikonfirmasi mengapresiasi putusan yang diambil pihak Yayasan Arya Wiraraja Sumenep. Menurutnya hal tersebut meruapakan langkah tepat yang diambil pihak Universitas, karena pihaknya juga tidak ingin makan gaji buta tanpa bekerja. Sebab dirinya sudah tidak memegang mata kuliah di Kampus yang dijuluki kampus cemara itu.

"Ya Alhamdulillah mas, saya juga sadar diri kok, dan Ini merupakan konsekueksi dari perjuangan. Saya juga sangat bersyukur karena akan dijauhkan dari orang-orang yang tidak benar di lingkungan Unija,” tegasnya.

Namun dirinya, tandas Novel tetap akan berjuang untuk mengungkap kebenaran di Unija, terutama tentang legalitas dari ijazah lulusan sejak tahun 2006.