- - - -
Facebook  Twitter  Google+

08/06/2016

DPRD Bangkalan akan Tetapkan Imron Rosyadi sebagai Pengganti Fuad Amin

lintasmaduranews.com - Ditangkapnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Fuad Amin Imron oleh KPK pada Senin (1/12-2014) pukul 23.30 WIB terkait kasus korupsi, DPRD Bangkalan mengalami kekosongan kursi Ketua. Guna mengisi kekosongan tersebut DPRD Bangkalan akan menggelar rapat Paripurna Penetapan Calon Pergantian Antarwaktu (PAW) Ketua pada Kamis (9/6/2016).

Rapat Badan Musyawarah DPRD Bangkalan sebelumnya menghasilkan keputusan bahwa Imron Rosyadi yang menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra ditetapkan untuk menggantikan Fuad Amin.

Imron Rosyadi mengatakan siap untuk menggati posisi Fuad Amin Imron sebagai Ketua DPRD Bangkalan setelah mendapat persetujuan dari Partai Gerindra, baik itu DPC, DPD, maupun DPP.

"Seperti perintah menjadi ketua, saya siap. Sudah ada persetujuan dari DPC, DPD, dan DPP (Partai Gerindra)," ungkap Imron yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Bangkalan.

Ia menjelaskan, paripurna yang akan digelar itu masih sebatas penetapan saja. Pelantikan yang menjadi tahapan selanjutnya menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim.

"Belum pelantikan, hanya paripurna penetapan saja. Selanjutnya menunggu SK Gubernur, entah kapan," jelasnya. 

Imron mengaku, terus melakukan komunikasi dengan Fuad Amin termasuk pembahasan terkait PAW Ketua DPRD Bangkalan.

"Tak bisa dipungkiri, Gerindra di Bangkalan memperoleh suara terbanyak berkat kepemimpinnan beliau," ujarnya.

Disinggung terkait rencana ke depan setelah dirinya dilantik, Imron menyatakan, sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan, akan lebih mendorong pemkab agar meningkatkan pelayanan masyarakat.

"Termasuk menggenjot pertumbuhan ekonomi untukk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Sekretaris DPRD Bangkalan Joko Supriyono mengatakan, pelaksanaan Paripurna Penetapan Calon PAW Ketua sebelumnya telah dibahas dalam Badan Musyawarah.

"Setelah penetapan, Bapak Bupati yang akan menyampaikan ke Pak Gubernur. Turunnya SK tergatung Pak Gubernur juga," singkatnya. (surya)