- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/06/2016

Hatamkan Qur'an dan Buka Puasa Bersama, Pergunu Sumenep Perkuat Keaswajaan

(Pergunu Sumenep Wajib Perkuat Keaswajaan di Sekolah-Sekolah) 

lintasmaduranews.com - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sumenep melaksanakan kegiatan Khotmil Qur'an, Silaturrahim, dan Buka Puasa bersama jajaran PC. Pergunu Sumenep di Aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep, (30/06/2016). 

Dalam acara tersebut Ketua PC NU Sumenep, KH. Panji Taufik  menyampaikan, Guru-guru Nahdatul Ulama yang tergabung dalam organisasi profesi Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu) Cabang Sumenep wajib hukumnya untuk memperkuat keaswajaan di sekolah-sekolah. 

"NU saat ini tengah diserang baik terang-terangan maupun samar-samar oleh berbagai pihak yang tidak suka dengan faham aswaja NU. untuk itu garda terdepan dalam dunia pendidikan adalah para guru yang harus memberikan warna dan menanamkan keaswajaan di sekolah-sekolah, baik sekolah berbasis pesantren maupun sekolah umum," tandasnya. 

Pihaknya juga menyayangkan kalau ada sebagian pengurus NU dalam semua jajaran justru menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah yang berhaluan penentang faham ahlussunnah wal jamaah. 

“Masak, kita ini ngaku-ngaku paling aswaja, paling NU, dan pengurus NU tapi anaknya disekolahkan di luar NU, berarti cuma casing-nya yang aswaja dan NU, dalamnya bukan,” lanjutnya. 

Sementara itu, Ketua PC. Pergunu Sumenep, Abd. Hadi,S.PdI,M.Pd menanggapi fenomena yang ada, siap berada di garda terdepan khususnya dalam dunia pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai ajaran ahlussunnah wal jamaah. 

“Melalui program yang dicanangkan oleh PC. Pergunu dan jaringan organisasi sampai ke anak cabang di kecamatan-kecamatan yang telah kami bentuk, kami siap untuk memberdayakan dan memperkuat basic keaswajaan NU,” tegasnya dengan berapi-api. 

Untuk itu, lanjut mantan aktivis PMII ini, pasca lebaran kami akan mengadakan berbagai kegiatan bagi para guru di kalangan NU, mulai dari pengajian kitab-kitab mutaallim ala NU, pelatihan menulis blog bagi guru, pelatihan karya tulis ilmiah guru dan sebagainya, sehingga diharapkan para guru dapat berdaya dan memberdayakan.

Acara khotmil Quran, silaturrahim, dan buka puasa bersama yang dihadari jajaran pengurus cabang NU, banom, dan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep dan Jajarannya tersebut, diakhiri dengan tausiah oleh K. Hafidzi Syarbini, yang mengupas tentang fenomena dalam adab mencari ilmu sekarang lebih pada sekedar alim saja, tidak bagaimana mengamalkannya, sehingga orang tua bangga kalau ada anaknya atau anak didiknya juara dalam perlombaan baca kitab dan lainnya, sementara aspek pengamalannya tidak jelas. (Imam S)