- - - -
Facebook  Twitter  Google+

10/06/2016

Masyarakat Pualau Kangean Keluhkan Pemadaman Listrik

lintasmaduranews.com - Masyarakat Pualau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengelu atas terjadinya pemadaman listrik secara bergiliran yang dilakukan pihak PLN setempat sejak bulan Ramadhan.

Ahmad Muhlis, masyarakat setempat yang merupakan Anggota DPRD Sumenep mengatakan, akibat dari penerangan listrik yang tidak normal tersebut, masyarakat setempat saat berbuka puasa, shalat tarawih, tadarusan, dan saat makan sahur menggunakan lampu teplek.

”Bagi yang ekonominya menengah keatas masih bisa menggunakan genset kecil di rumah-rumah meraka. Namun, bagi yang tidak mampu di daerah kami terpaksa menggunakan tenaga penerangan tradisional seperti teplek untuk tadarus dan bersaur,” ungkapnya

Ia berharap kepada pemerintah Sumenep melalui PLN khususnya Rayon Sumenep untuk segera membenahi persoalan listrik di Kangean, sebab kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat terutama yang akan melaksanakan ibadah selama puasa. Apalagi tidak normalnya listrik di Kangean berdampak terhadap perekonomian bahkan berpotensi terjadinya tindak pidana kriminal seperti pencurian
”Jelas, ketika sering terjadi pemadaman, aksi pelaku kejahatan seperti pencurian dan sebagainya sangat rentan terjadi, makanya kami minta segera diperbaiki,” pintanya.

Sementara itu, Managet PT PLN Persero Area Pamekasan Rayon Sumenep, Slamet menyatakan, permasalah listrik di Kangean cukup komplek sebab selain mesin rusak juga infrastruktur lainnya seperti jaringan perlu dibenahi. PLN sebenarnya sudah mendatang tiga mesin emergency dengan kapasitas 1 mega, namun mesin emergensi dengan status cadangan itu juga tidak maksimal.

”Namun, dalam minggu ini, problem terkait penerangan listrik di Kangean sudah dapat dibenahi dan beroperasi dengan normal. Saat ini, kami sudah melakukan mobilisasi perbaikan dengan mengirim tekhnisi, trafo distribusi step up dan sper pat mesin untuk memperbaikan kerusakan-kerusakan infrastrukturnya,” terang Slamet. 

Mengetahui kondisi listrik di Pulau Kangean yang demikian, Komisi II DPRD Sumenep mempertanyakan keseriusan Tim Anggaran Eksekutif dan Bupati A Busyro Karim dalam program kelistrikan di beberapa Kecamatan daerahnya. Pasalnya, setiap tahun alokasi anggaran untuk kelistrikan di APBD minim misalnya di 2016 hanya sekitar Rp 1, 2 Miliar. Bahkan di 2017 mendatang direncanakan hanya Rp 2,9 Miliar.

”Saya dengan untuk tahun 2017 hanya Rp 2, 9 miliar, ini apa-apaan. Anggaran tersebut jauh dari cukup, bahkan untuk Gili Raje saja tidak bisa selesai dengan anggaran tersebut,” ungkap Anggota Komisi II DPRD, Bambang Prayogi menyesalkan, Jum'at (10/6/2016).

Menurut Bambang, Pemkab tekesan tidak punya kepedulian terhadap program kelistrikan. Listrik merupakan kebutuhan utama sekaligus faktor pendukung dalam mencerdaskan anak bangsa, namun sejauh ini, Komitmen Pemerintah untuk penerangan di beberapa wilayah yang tidak teraliri listrik justru minim. 

”Cita-cita nasional adalah mencerdaskan anak bangsa, lalu bagaimana generasi kita mau cerdas kalau mereka tidak bisa belajar malam karena tidak ada listrik,” ujarnya.

Bambang menyebutkan, dari sisi anggaran, program kelistrikan sangat minim dan Sumenep kalah jauh dengan Pamekasan dan Sampang yang APBD-nya lebih kecil untuk pembangunan listrik. Di Sumenep hanya Rp 2, 9 Miliar, sedangkan di Sampang mencapai Rp 12 Miliar dan Pemekasan Rp 8 Miliar.

”Saya kira Bupati (A Busyro Karim, red) atau Tim Anggaran kurang peka terhadap program kelistrikan, sebab Anggaran yang dialokasikan sangat tidak ideal dengan jumlah daerah yang tidak tersentuh listrik. Mereka semestinya turun melihat langsung bagaimana dan dimana saja daerahnya yang tak tersentuh listrik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Sumenep Hadi Sutarto enggan berkomentar banyak terkait masalah anggaran kelistrikan tersebut. Menurutnya, hingga saat ini, pembahasan draf anggaran untuk listrik khususnya di 2017 mendatang di internal Banggar belum final, sehingga Pemkab belum bisa memastikan anggaran yang akan dialokasikan. ”Masih belum final. Sekarang masih proses pembahasan,” ucapnya.

Sumber : RRI