- - - -
Facebook  Twitter  Google+

08/06/2016

Petugas PLN Sapudi Ditemukan Meninggal Dunia Bersimbah Darah

lintasmaduranews.com - Petugas PLN Pulau Sapudi, Herman (41) warga Desa Jambu Air, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mayat mengenaskan di dekat SDN Tarebung, dusun Sabe Saebu, Desa Tarebung, Kecamatan Gayam Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Rabu (8/6/2016).

Kepala Desa Gendang Barat H. Suri membenarkan peristiwa tersebut bahwa memang ada pembunuhan di Desa Tarebung setelah shalat tarawih. Korbannya adalah petugas PLN Sapudi dengan kondisi penuh mayat banyak luka dan banyak darah.

“Benar ada pembunuhan di Desa Tarebung. Yang meninggal Petugas PLN, tapi kurang jelas petugas PLN yang mana karena di sini ada dua PLN, satu dari pemirintah, satunya lagi dari swasta,” kata H. Suri.

Tokoh masyarakat Sapudi, KH. Arif Makruf mengatakan, mayat Herman dengan simbahan darah dan ada luka-lukanya itu ditemukan warga Desa Tarebung setelah shalat tarawih dan tidak ada warga yang tahu secara pasti saat pembunuhan terjadi.

“Tidak ada yang tahu saat kejadian karena korban diktemukan setelah shalat tarawih. Masyarakat menukannya sudah tidak tidak bernyawa dan tubuhnya banyak darahnya serta ada lukanya,” kata KH. Arif Makruf.

Dia berharap kepada petugas kepolisian setempat agar kasus pembunuhan tersebut diungkap sehingga diketahui pembunuh dan motifnya dan ke depan tidak terjadi kasus pembunuhan- pembunuhan lagi. 

“Kami berharap kepada petugas bisa mengungkap kasus ini karena sebelumnya ada beberapa kasus pembunuhan yang sampai saat ini tidak terungkap,” katanya.

Sementara Kapolsek Gayam, Iptu I Gede Pranata Wiguna, saat dihubungi melalui telpon meminta untuk menghubungi kanit karena Kapolsek masih ada di daratan mendampingi keluarganya di rumah sakit. Namun demikian Kapolsek menginformasikan, anggota dan kanit telah mendatangi tempat kejadian dan mengevakuasi korban ke rumah sakit setempat.

Kepolisian masih belum bisa mengungkap motif pembunuhan tersebut. Namun informasi yang berkembang di masyarakat, pembunuhan tersebut bermotif perselingkuhan keluarga, bukan karena sering padamnya PLN Sapudi. (ag)