- - - -
Facebook  Twitter  Google+

29/06/2016

Terlibat Kasus Penghilangan Raskin, Mantan Kabulog Madura Dituntut 11 Tahun Penjara

lintasmaduranews.com - Mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XII, Madura, Suharyono dan mantan Wakil Kepala Bulog Sub Divre XII, Madura, Prayitno, yang terlibat hilangnya beras untuk masyarakat miskin (raskin) di gudang bulog sebanyak 1.504 ton masing-masing dituntut 11 tahun penjara. 

Sedang Asisten Muda Pengawasan Bulog Sub Divre XII, Madura bagian pengawas penyaluran beras, Anugerah Rahman, dituntut hukuman 10,6 tahun, penjara lebih ringan enam bulan dari dua tedakwa, di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (27/6/2016) pukul 17.00 

Selain divonis 11 tahun penjara, kasus raibnya raskin yang menelan kerugian sekitar Rp 12 miliar itu, ketiga terdakwa dituntut membayar denda Rp 600 juta, subsider satu tahun hukuman penjara. Mendengar tuntutan itu, ketiganya tidak terima dan keberatan. 

Mereka mengajuan akan pembelaan (pledoi), pada sidang lanjutan yang digelar pada Jumat (15/7/2016) mendatang. Kepala Kejari Pamekasan Toto Sucasto, yang dihubungi melalui Kasi Pidsus Kejari Pamekasan Agita Tri Moertjahjanto, Selasa (28/6/2016) mengatakan, berdasarkan keyakinan jaksa penuntut umum (JPU) dan bukti pendukung, ketiganya bersalah terlibat kasus koruspi di internal bulog, sehingga besarnya tutuntan yang diajukan JPU sudah sesuai prosedur. 

Dikatakan, keterlibatan dua terdakwa, Suharyono dan Prayitno, ikut meneken beberapa dokumen yang dinilai fiktif, termasuk pencairan uang yang mengakibatkan hilangnya raskin di gudang bolug sebanyak 1504 ton. 

Dikatakan, untuk terdakwa Anugerah Rahman, dinilai lalai dalam melakukan pengawasan. Seharusnya aktif mengawasi, namun tidak dilakukan, sehingga terjadi kekurangan beras sebanyak dua kali. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Pamekasan, melakukan penyelidikan kasus hilangnya beras sebanyak 1.504 ton yang tersimpan di gudang Bulog Sub Divre XII Madura, Pamekasan. Ternyata, beras itu tidak raib, dugaan kuat akibat terjadinya pengadaan fiktif. 

Selain mantan kepala dan mantan wakil kepala Bulog Sub Divre XII Madura, sebagai tersangka raibnya beras beras itu, kejari juga menetapkan sembilan tersangka lainnya. Baik dari lingkungan bulog, pengawas internal bulog dan pihak luar (mitra bulog).(surya)