- - - -
Facebook  Twitter  Google+

01/07/2016

Jelang Idul Fitri 1437 H, Harga BBM di Pulau Sapudi Rp.13.000 Perliter.

lintasmaduranews.com - Menjelelang lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik drastis di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Harga yang biasanya Rp. 8.500 per liter, sekarang naik menjadi Rp13.000 per liter.

Zairanil Multazam (36) aparat Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi Sumenep mengatakan, sejak tiga hari ini tiba-tiba harga BBM melonjak drastis. Padahal mulai beberapa bulan sebelumnya harga BBM di Pulau Sepudi cukup stabil dan tidak langsung naik tajam hingga Rp 4/000 per liter.
‘’Kalaupun ada kenaikan biasanya bertahap, dari naik Rp 500, 1.000 hinga maksimal Rp 1.500 per liternya. Tetapi untuk kenaikan kali ini melonjak tajam langsung Rp 4.000 per liter,’’ papar Zairanil Multazam, Jumat (1/7/2016).

Multazam menduga kenaikan harga BBM mendadak itu diduga karena adanya peristiwa terbakarnya perahu pengangkut BBM yang biasa mengangkut BBM ke kepulauan Sepudi.Sehingga di tengah minimnya pengiriman BBM ke kepulauan dimanfaatkan oleh penimbun BBM dengan langsung menaikkan harga.

‘’Ini patut disikapi oleh aparat hukum, karena ini sangat merugikan masyarakat. Para pemilik modal dengan sengaja memainkan harga BBM untuk kepentingan pribadinya,’’ lanjutnya.

H Rasyidi, warga pula setempat juga mengaku, sejak perahu pengangkut BBM terbakar dan tenggelam di pelabuhan rakyat Kalianget Sumenep beberapa waktu lalu, BBM tiba-tiba langka.Sejumlah kios BBM di kepulauan serentak kosong dan kalaupun ada harganya mencapai Rp 13.000 perliter.

‘’Ini jelas permainan pedagang dan penimbun BBM. Karena ketika da masalah sedikit, BBM langsung naik. Apalagi saat ini bersamaan dengan mendekati lebaran,’’ katanya.

Pihaknya khawatir, jika hingga menjelang Idul Fitri, masih belum ada lagi kapal atau perahu pengangkut BBM ke Pulau Sepudi, maka bukan tidak mungkin harga BBM akan terus melambung tinggi dan akan menyengsarakan masyarakat kepulauan.

‘’Pemkab dan aparat kepolisian harus bertindak jika benar ini ada upaya permainan pedagang atau agen BBM,’’ harapnya.Sebelumnya, sebuah kapal motor bermuatan sembako dan BBM, terbakar di pelabuhan rakyat Desa Gersik Putih, Kecamatan Kalianget, Sumenep.
Kapal motor bernama Dua Saudara itu merupakan kapal pengangkut BBM khusus kepulauan Sepudi milik Atik, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi Sumenep.

Selain meludeskan seisi kapal yang sebagain berupa BBM jenis solar dan bensin, api juga menghanguskan beras, dan bahan pokok untuk kebutuhan lebaran.Beruntung nahkoda kapal Ipul (30), warga Desa Nyamplong, dan ABK Arwan (50), dan Pa'ik (55). Keduanya warga Desa Pancor, Kecamatan Gayam, berhasil menyelamatkan diri.