- - - -
Facebook  Twitter  Google+

19/07/2016

Peringati HLUN, Mensos Serahkan Bantuan Kepada Lansia di Gili Iyang

lintasmaduranews.com - Hari Launjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap tanggal 29 Mei turut memeriahkan penyerahan 20 rumah dan ratusan paket oleh Menteri Sosial, Khafifah Indar Parawansa kepada lanjut usia (lansia) di Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (18/7/2016).

Ketua Panitia Pelaksana, Adi Santika mengatakan dalam sambutannya, selain memeriahkan puncak HLUN, juga untuk meningkatkan kesejahteraan lansia di Indonesia, khusunya lansia yang berada di Desa Banraas dan Bancamara, Pulau Gili Iyang, Sumenep, Madura.

"Posisi penting ini dapat dilihat pada kenyataannya yang ada di Pulau Gili Iyang yang indah penuh pesona dan lingkungan sekitar dengan kadar oksigen tinggi ternyata dihumi oleh banyak lanjut usia yang hidupnya sehat," paparnya.

Dia menambahkan, Menteri Sosial telah melakukan peresmian penyerahan secara simbolis bantuan 20 rumah kepada 10 lamsia yang berada di Desa Banraas dan 10 lansia yang berada di Desa Bancamara, Pulau Gili Iyang.

"Kami menghaturkan terima kasi kepada Ibu Menteri atas berkenannya untuk melakukan pengguntingan pita sebagai bentuk peresmian penyerahan bantuan rumah kepada lanjut usia secara simbolis serta memberikan bantuan kepada lanjut usia beruapa bantuan alat bantu lanjut usia berupa kaki palsu, tongkat tuna netra, alat bantu dengar, kacamata baca dan paket bungkusan sandang dan pangan serta santunan," jelasnya, Senin (18/7/2016).

Dalam acara tersebut Bupati Sumenep, A. Busyro Karim juga menyampaikan Pulau Gili Iyang akan dibangun saluran air bawah laut dari Dungkek ke Pulau Gili Iyang sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Gili Iyang sehingga masyarakat Gili Iyang tidak kekurangan air bersih.

"Tadi saat kita turun di pelabuhan ada tumpukan pipa, itu akan digunakan untuk penyaluran air bersih dari Dungkek ke sini (Pulau Gili Iyang) lewat bawah laut," paparnya.

Sementara Menteri Sosial,  Khafifah Indar Parawansa berharap Pulau Gili Iyang yang memiliki ogsigen tinggi menjadi referensi penyeimbang terjadinya polusi yang ada di kota-kota besar sehingga bagi yang ingin menghirup udara segar biar datang ke Pulau Gili Iyang baik mereka yang dari dalam maupun luar negeri.

"Kalau ini (oksigen Red.) dijaga, maka akan menjadi bagian penyeimbang. Di kota-kota itu polusinya banyak sekali, tinggi sekali. dan di sini (Gili Iyang Red.) sebaliknya, oksigennya tinggi sekali, maka kalau orang ingin hidup sehat, orang akan datang ke Pulau Gili Iyang. Dan Suatu saat, Pak Bupati, akan banyak warga dari berbagai negara, bukan hanya dari Indonesia, tetapi dari berbagai negara-negara yang lain yang ingin menghirup oksigen yang baik, yang ingin menghirup udara sehat, mereka akan datang ke Pulau Gili Iyang. Oleh karena itu kebutuhan-kebutuhan seperti yang disampaikan Pak Bupati, itu menjadi penting, kebutuhan-kebutuhan menyiapkan infrastruktur di sini juga menjadi penting " paparnya.

Mensos juga menyampaikan, walaupun nantinya Pulau Gili Iyang banyak pengunjungnya dari berbagai daerah bahykan dari berbagai negara-nagara luar, kultur dan budaya-budaya agamis kesantrian tetap terjaga sehingga tidak terkikis oleh budaya-budaya luar.

"Walaupun nati banyak wisatawan datang ke sini (Pulau Gili Iyang Red.) ingin menghirup udara segarnya Pulau Gili Iyang, maka suasana santri tetap akan terjaga," katanya.

Perempuan yang lahir pada tanggal 19 Mei 1965 di Surabaya ini juga menceritakan bahwa Mbah Kiai Khasbullah pimpinan Pondok Pesantren Tambak Berah pernah menyampaikan ijazah, bahwa damainya Pulau Gili Iyang dan bersihnya oksigen di pulau tersebut supaya masyarakat membaca Qasidah Birda. Usai bercerita, Mensos mengajak hadirin untuk membaca Qasidah Burda bersama-sama.

Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia pada tahun 1939-1997 ini memberi informasi bahwa ada tambahan PKH lansia. Ia meminta kepada Bupati Sumenep untuk segera didata dan diajukan ke Kementerian Sosial karena tambahan tersebut akan dicairkan 4 bulan lagi. Selain itu, di kemenrian akan ada Direktorat baru untuk program baru.

"Pak Bupati saya ingin menyampaikan bahwa ada tambahan PKH untuk lansia. Jadi, yang ada di Pulau Gili Iyang ini, tadi saya sudah sampaikan Bu Kadis, tolong yang ini diprioritaskan segera daftarkan ke Kemeterian Sosial, insya Allah bulan Nopember sudah akan cair, perbulan mereka akan menerima dua ratus ribu, tiga bulan sekali terima, berarti stiap tahun akan menerima empat kali," jelasnya.

Dan juga, tambah pengarang buku "Mengukir Pradigma Menembus Tradisi" itu, di kemenrian akan ada Direktorat baru untuk program 80 Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Dan juga ada Program dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) melalui Kementerian Sosial akan diberikan kepada masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Sumenep.

"Insya Allah akan ada program di daerah-daerah pesisir, pulau-pulau di Sumenep termasuk di Gili Iyang, ini ada Direktorat baru Kemeterian Sosial, akan ada program delapan puluh UEP usaha ekonomi produktif. Juga akan ada program, insya Allah dalam waktu dekat ini yang oleh OKI Organisasi Konferensi Islam dilewatakn Kemeterian Sosial, satu akan dilaksanakan di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil di Sumenep dan satu lagi di Nunukan," pungkasnya. (Pusawi)