- - - -
Facebook  Twitter  Google+

08/08/2016

Aktifis Pragaan Bantah Program Kegiatan ADD dan DD Selesai Tepat Waktu



Sumenep, Lintas madura - Kecamatan Pragaan yang berada dibagian barat Kebupaten Sumenep Madura Jawa Timur menargetkan proyek yang bersumber dari Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD/DD) selesai tepat waktu, yaitu pada bulan oktober mendatang. Kecamatan Pragaan yang membawahi 14 desa tersebut mendapatkan aliran ADD/DD sangat fantastis.

Camat Pragaan Abd. Halim menyampaikan bahwa program kegiatan  yang bersumber dari ADD/DD akan selesai tepat waktu. Pembangunan yang dilakukan di 14 desa tersebut sudah mencapai 60 %. Pembanguan yang dilakukan tahap pertama ini masih fokus infrastruktur jalan dan vafing.
Untuk mengetahui lebih rinci hasil pekerjaan di tiap desa di Kecamatan Pragaan, pihak Pemerintah Kecamatan Pragaan akan melakukan monitoring ke sejumlah desa. Monitoring tersebut akan dipimpin langsung oleh Camat Pragaan. 

Halim menambahkan “dengan adanya ADD/DD yang mencapai miliyaran rupiah ini harus melibatkan masyarakat setempat. Masyarakat harus menyediakan bahan material seperti batu cor, sehingga dana desa tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat. Selain menyediakan bahan material, pihak kepala desa juga harus melibatkan  masyarakat untuk bekerja”, harapnya.

Sementara itu aktifis asal pragaan Zubairi Ismail membantah bahwa proyek yang bersumber dari ADD dan DD selesai 60% “Buktinya sampai saat ini hanya terlihat sebagian material yang menumpuk dijalan, itupun materialnya tidak sesuai kapasitas proyek yang akan dilaksanakan. Jangan-jangan yang mengatakan selesai 60% itu tidak pernah turun langsung ke lapangan”. Ungkap mahasiswa STAIN Pamekasan

 Zubairi juga menuturkan bahwa perangkat desa dan sejumlah orang-orang penting di Kantor Kecamatan Pragaan hanya duduk santai saja, hampir sama dengan orang yang tidak punya pekerjaan, “Perangkat desa dan orang kecamatan ini seakan tau betul keadaan dilapangan tanpa harus ada survei apakah benar-benar dikerjakan atau tidak”, Tegasnya.

Selain Zubairi, salah satu aktifis kampus, Moh. Ali juga angkat bicara terkait proyek yang bersumber dari dana desa ini. Dia mengatakan bahwa proyek yang bersumber dari add/dd tersebut hanya isapan jempol belaka. Buktinya pembangunan yang ada tidak dirasakan oleh semua masyarakat desa, hanya orang-orang tertentu saja yang merasakan. “Buktinya proyek paving yang hanya dibangun menuju rumah orang kepercayaan kepala desa” tandas Mahasiswa asal IDIA Al Amien Prenduan tersebut. (Hdi/Ar)