- - - -
Facebook  Twitter  Google+

24/03/2017

Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Sosialisi Penyadaran Hukum

Lintasmaduranews.com, Sumenep - Dinas Kelautan dan Perairan (DKP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (P2SKP) Pasongsongan mengadakan sosialisasi penyadaran hukum tentang peraturan perundang-undangan bidang Kelautan dan Perikanan kepada kelompok masyarakat pengawas kelautan yang ada di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep, Kamis 23/3/2017.

Sosialisasi yang dimulai pukul 14.00 Wib tersebut ditempatkan di halaman sekretariat Pokmaswas Sapok Angin Desa Talaga Kecamatan Nonggunong dan dihadiri oleh Camat Nonggunong, Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Jawa Timur, Danramil Sapudi, Kepala UPT. P2SKP Pasongsongan, Kapolres Nonggunong, Pokmas kecamatan Gayam, Pokmas kecamatan Nonggunong, tokoh, dan masyarakat Nelayan.

Ketua Pokmaswas Sapok Angin, Tosan dalam sambutannya mengatakan, sangat penting bagi pokmas untuk sadar hukum tentang peraturan perundang-undangan bidang Kelautan dan Perikanan sehingga paham terhadap tugas tugas, hak dan kewajiban Pokmaswas. " dengan kegiatan ini nantinya kami sebagai Pokmaswas bisa paham aturan aturan atau hukum yang berkaitan dengan tugas kita sebagai pengawas. Oleh karena itu kepada anggota agar mengamati materi dengan baik. Kemana kita maju dan ke mana kita akan melangkah," Sambutnya.

Dia menambahkan, sejak pihaknya dilantik sering melakukan pengawasan dan sering menemukan gejolak. Namun, gejolak tersebut dijadikan pelajaran baginya dan tetap akan melakukan pengawasan kelautan di Kecamatan Nonggunung karena menurutnya tugas mengawas itu bukan hanya tugas dari Dinas tetapi juga perintah Allah. " Kami akan tetap melakukan pengawasan di kecamatan Nungmgunung, sebab apa, kalau penangkap ikan dari luar Sapudi dibiarkan, maka sumber mata pencaharian masyarakat nelayan akan berkurang. Oleh karena itulah teman-teman kok mas mas Jangan berkecil hati karena itu bukan hanya perintah dari dinas juga Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an.

Zhaharal fasaadu fil barri wal bahri bimaa kasabat aydin-naas. Artinya, telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia.

Pemateri dari Direktorat Kepolisian Perairan Polda Jawa Timur, Brigadir Fathur Rahman mengajak Pokmaswas untuk bersinergi dengan aparat keamanan dalam merealisasikan perundang-undangan Kelautan dan Perikanan. " Pokmaswas dan Kepolisian harus sinergi artinya saling mengisi, saling melengkapi perbedaan antara aparat dengan Pokmaswas dengan tujuan untuk hasil yang lebih banyak," Paparnya.

Orang asal Desa saronggi Sumenep tersebut menambahkan bahwa tugas pokok Ma swasta itu melakukan pengawasan baik di laut maupun di darat dan melaporkan kepada pihak aparat baik melalui pesan singkat maupun bentuk surat yang disertai bukti-bukti yang mendukung hasil pengawasan. " Pokmaswas tidak boleh bertindak seperti penegak hukum, tidak boleh menjadi Hakim, mengintrogasi dan menyidik. Tugas Pokmaswas itu mengawasi lalu melaporkan," Tegasnya.

Sementara, Kapolsek Nonggunong, Iptu Sahrawi, SH mengakui lemahnya koordinasi antara kelompok masyarakat pengawas kelautan dengan aparat kepolisian sehingga pihaknya mendapat teguran dari Kapolres Sumenep. " Kemarin saya ditegur sama Bapak, Bapak saya Pak Kapolres. Kelompok Pokmaswas menangkap Gardan sedangkan Kapolsek tidak tahu. Terus terang, ternyata setelah saya kroscek ke Pak Tosan penyelesaiannya di tengah (laut), bukan di pinggir. Jadi pantas. Pada saat itu saya mondar-mandir di sini (Pelabuhan Nangger Raya) tapi gimana lagi karena kurangnya koordinasi jadi saya tidak tahu. Ternyata Setelah saya luruskan, saya koordinasikan dengan pak Tosan, saya laporkan apa sebabnya, Alhamdulillah Bapak (Kapolres) menyadari," jelasnya.

Dan tak kalah penting, tambahnya, pada saat penyelesaian masalah kalau memang itu diambil tindakan pembinaan jangan sampai ada pemerasan, jangan sampai ada kompensasi, jangan jadi Hakim. Pokmaswas hanya mengawasi dan melaporkan. Dan kalau ada permasalahan tindak pidana diserahkan ke Polsek oleh Pokmaswas lalu tidak ada tindak lanjut, padahal bukti-bukti sudah jelas, maka laporkan kami, kami di internal punya penyidik," pungkasnya.

Acara sosialisasi Penyadaran Hukum tentang Peraturan Perundang-Undangan Bidang Kelautan dan Perikanan yang dihadiri lebih 50 orang tersebut berakhir pukul 15.52 Wib. Dan setelah acara bubar, Danramil Sapudi, Kapolsek Nonggunong, Pembina Pokmaswas Sumenep, Perwakilan Camat Nonggunong, dan seorang nelayan mengawasi perahu di pinggir pantai.

Reporter: Awi