- - - -
Facebook  Twitter  Google+

09/03/2017

Disdik Sampang Bantah Potong Dana

Kantor Disdik Sampang
LintasMadura.Com, Sampang - Sejumlah lembaga SMA/SMK di Kabupaten Sampang TA 2016 menerima bantuan dana K-13, dari Provinsi Jawa Timur. Pasalnya setiap lembaga masing-masing Rp 50 juta, namun tersebar kabar ada pemotongan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, setiap sekolah sebesar Rp 10 juta. Tudingan pemotongan tersebut, langsung dibantah kabid Kurikulum yang saat ini berganti nama menjadi Kabid pembinaan SD Disdik Kabupaten Sampang. Arif Budianshor, Selasa (7/3).
Menurut Arif, tudingan itu fitnah dan tidak benar. “Jika ada pihak sekolah yang mengeluarkan tudingan itu, jelas nama dan lembaga sekolahnya, maka saya akan melakukan tuntutan balik secara hukum. Kegiatan K-13 TA 2016 memang di bawah binaan saya pada waktu itu, tapi kegiatan itu adalah dana dari Kementerian melalui Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, jadi pihak Kabupaten tidak ikut-ikut, bahkan dana tersebut langsung turun ke rekening sekolah by name By addres,” teranga Arif.
Lebih lanjut Arif mengatakan, hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah total lembaga yang menerima dana tersebut, sebab sejak awal pengusulan dan pengelolaannya semua langsung lembaga sekolah tanpa koordinasi dengan Dinas. “Memang saya dengar bahwa masing-masing sekolah menerima dana tersebut kurang lebih Rp 50 juta, tapi hingga saat ini belum ada laporan secara resmi pada kami,” kata dia.
Sementara di tempat terpisah, Mahalli aktifis Kajian Analisis Anggaran dan Hukum Jatim, mengatakan aroma pemotongan dana K-13 TA 2016 di Kabupaten Sampang, sempat beberapa lembaga menyampaikan pada pihaknya. Bentuk kegiatan in house training (IHT) peningkatan mutu, IHT tersebut biasa dilaksanakan 3 hari, namun hanya dilaksanakan 1 hari.