- - - -
Facebook  Twitter  Google+

31/03/2017

GUIS: Kepolisian Tidak Mencantumkan Pasal 86A tentang Perlindungan Anak

Lintasmadura.com, Sumenep - Gerakan Umat Islam Sumenep (GUIS) bersama Aliansi Advokat Muslim NKRI (AAM-NKRI) mendatangi Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, kemarin Kamis (30/3/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.

Mereka menindak-lanjuti kasus Dugaan Penodaan Agama yang terjadi saat kegiatan wawasan kebangsaan (21/2/2017) lalu, di salah satu Sekolah Dasar Kecamatan Manding. Panitia memberikan bingkisan kepada Peserta Didik yang terdapat benda bersifat kristenisasi.

"Kami mengkaji dari paparan permasalahan yang dilakukan oleh Polres dalam kasus 'Operation Chrismas Child', dimana dalam operasi itu membagikan barang-barang berupa Salib, dan Buku-buku Kristen kepada Anak Kecil ber-agama Islam", terang Ach. Farid selaku korlap.

Ketua Gaki Sumenep tersebut menilai, dalam kajian kasus ini, Kepolisian menggunakan Pasal-pasal yang tidak tepat sasaran.

"Dalam pengkajiannya mereka (Kepolisian, red.) itu masuk ke Pasal-pasal yang tidak kena sasaran. Diantaranya; Pasal 378 Penipuan, Pasal 56 KUHP, Pasal 156A KUHP, Pasal 61 UU No.8 Tahun 1999".

"Tetapi tidak menyinggung Pasal 86A UU No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak", tambahnya.

Peraturan lain yang dapat dijadikan sandaran hukum, yakni Surat Kesepakatan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama, No.1 Pasal 4 tahun 1979 dan UU. IT tahun 2008 Bab 3 Ayat 1 dan 2.

"Kapolres menyatakan bahwa pihaknya akan meninjau kembali dengan Pasal-pasal yang kami masukkan tadi", terangnya.

Reporter : Gufron