- - - -
Facebook  Twitter  Google+

14/03/2017

Kasus Pengadaan Lampu Stadion Mandeg, Inspektorat Segera Panggil Kadisparbudpora

Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumenep, R. Idris
Lintasmaduranews.com, Sumenep - Proses hukum dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan lampu stadion Gelanggang Olah Raga (GOR) A Yani Pangligur Sumenep, Madura, Jawa Timur, senilai Rp 5,5 miliar dipertanyakan. Hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan.

“Belum ada perkembangan, padahal sudah lama kami laporkan,” kata Ainur Rahman selaku pelapor, Selasa, 14 Maret 2017.

Kasus itu dilaporkan kepada Unit Tipikor Polres Sumenep, tertanggal 26 Agustus 2016 dengan nomor laporan 018/A-FKPS/VIII/2016. Dilaporkannya kasus itu disebabkan dalam perencanaannya ditengarai telah terjadi pelanggaran hukum.

Hanya saja karena adanya kebijakan baru dari Pemerintah Pusat, setiap dugaan pelanggaran di SKPD terlebih dahulu diproses oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat.

Salah satunya, dalam perencanaan proyek sebesar Rp 164 juta dari total anggaran Rp 194 juta sudah selesai dibayarkan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, kepada pihak rekanan.

Padahal design tidak sesuai karena mencopy design milik GOR di Mojokerto. Indikasinya, dalam dokumen perencanaan dari CV Mega Skala asal Malang Jawa Timur tersebut menyebutkan bahwa Stadion GOR A Yani Pangligur Sumenep adalah stadion peninggalan sejarah sejak zaman penjajahan Belanda dan tercatat sebagai cagar budaya Mojokerto wilayah Kerja Provinsi Jawa Timur di Trowulan, Mojokerto, dengan konstruksi bangunannya terdiri dari 5 lantai.

“Padahal sejak dibangun Stadion A Yani tidak ada lantai 5, tetapi hanya berupa tribun VIP dan tribun untuk penonton umum. Anehnya, instansi terkait masih melakukan pembayaran. Berarti kan tidak jeli,” jelasnya.
Mestinya kata Ainur, sebelum melakukan pembayaran instansi terkait lebih jeli, akibatnya proyek miliaran rupiah itu hingga saat ini tak berwujud. “Seandainya tidak bermasalah kemungkinan besar tahun ini selesai. Kami harap APIP profesional memproses kasus ini,” tegasnya.

Inspektur Inspektorat Sumenep R Idris berjanji aian profesional memproses kasus tersebut. “Tetap diproses, profesionalisme pasti kami utamakan,” tegasnya.