- - - -
Facebook  Twitter  Google+

06/03/2017

Polisi Berhasil Gagalkan Penambang Pasir Ilegal


Dum Truck yang berhasil di amankan kepolisian. Saat ini berada di Mapolres Sumenep.

LintasMadura.Com, Sumenep - Sekelompok penambang pasir ilegal yang beroperasi di Dusun Bajung Timur, Desa Ambunten Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (6/3/2017) sekitar pukul 03.00 Wib berhasil digagalkan. Sebuah Dum Truk bermuatan pasir dan separangkat alat tambang, seperti sekrop dan karung, berhasil diamankan petugas. Sementara para pelaku penambangan pasir ilegal, kabur begitu petugas datang dan mau menangkapnya. 

“Saat akan kami tangkap, penambang-penambang itu kabur, termasuk sopirnya,” kata Kapolres Sumenep AKBP H Joseph Ananta Pinora, melalui Kasubag Humas Polres AKP Suwardi. Senin, (6/3/2017).

Dikatakan, penangkapan penambang pasir ilegal tersebut dilakukan, setelah polisi mendapatkan laporan dari masyarakat, jika ada aksi penambangan pasir liar didaerahnya.

Mendapat laporan seperti itu, pada pukul 24.00 Wib. petugas mendatangi TKP dan melakukan pengintaian serta melakukan penyelidikan. Namun saat itu, polisi masih belum menemukan tanda-tanda akan ada penambangan.

 "Baru sekitar pukul 02.45 Wib. kami menemukan Dum Truk masuk ke lokasi, dan melakukan penambangan. Sehingga kami yang sudah siaga di TKP, bergerak untuk menangkap mereka. Tapi mereka malah kabur. 

Ada kemungkinan, para penambang sudah mengetahui jika pihaknya sedang diintai petugas. Sehingga saat petugas mau mendekat, mereka kabur duluan, dan meninggalkan semua barang-barangnya. 

Sehingga petugas, hanya berhasil mengamankan alat bukti yang mereka tinggalkan, berupa satu buah dum truck warna biru, dengan nomor polisi M 8638 UV, sekrop, karung, dan sandal jepit. 

Sementara dari hasil penyelidikan polisi, dum truck yang diamankan itu, diketahui dikendarai oleh Errik warga Dusun Bajung Timur, Desa Ambunten Barat. Dan sampai saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan, untuk mengungkap siapa pelaku penambangan pasir ilegal tersebut.