- - - -
Facebook  Twitter  Google+

30/06/2017

Angkat Citra Jajan Tradisional Melalui Jajan Story

Makan khas Madura

Lintasmaduranews.com, Jakarta - Anda mencari jajanan tradisional sebagai hantaran atau konsumsi saat berkumpul bersama keluarga? Kini tidak perlu bingung mencari lagi.

Pesan saja melalui Jajan Story, platform online yang menghadirkan artisan kue-kue khas Nusantara yang dikemas dengan cita rasa mewah. Jajan Story adalah media atau tempat jajanan asli indonesia “dibangkitkan” kembali dengan cara yang modern, sistematis, dan mengandung nilai-nilai di dalamnya. Jajan Story mencari dan mengkurasi artisan-artisan jajanan tradisional dengan penilaian-penilaian penting yang mendasar pada kesehatan, kebersihan, dan keaslian.

Anda bisa mendapatkan beragam kuliner mereka melalui website JajanStory.com atau lewat media sosial Instagram @Jajan.Story dan Facebook Jajan Story. Wulandari, owner Jajan Story, mengungkapkan, awal berdirinya platform ini ketika dirinya mendapati semakin sulitnya menemukan jajanan khas Tanah Air yang berkualitas dari segi rasa dan tampilan. Apalagi sekarang makin banyak masyarakat yang semakin peduli dengan makanan sehat, terutama dari penggunaan bahan dan cara pengolahannya.

“Makanan tradisional sepertinya semakin tak populer, terlihat dari banyaknya anak muda yang keranjingan kuliner Barat. Makanya ini tak boleh dibiarkan. Jajanan asli Indonesia harus dilestarikan,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, lanjut dia, lantas dibuatlah Jajan Story. Jajan Story merupakan gabungan dari kata jajan yang dalam bahasa Indonesia artinya membeli makanan dan story yang dalam bahasa Inggris adalah cerita. Dalam Jajan Story, Wulan ingin mengangkat cerita para mitra, yaitu pembuat kue, ibu-ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta home industry yang telah dikurasi.

Jadi, secara umum Jajan Story bisa diartikan sebagai “membeli cerita” di mana produk jajanan ini mengandung cerita dalam proses pembuatannya. Karena rasa kue yang nikmat ditambah dengan cerita kehidupan sang mitra akan jajananjajanan yang dia ciptakan akan lebih menyentuh pembeli secara psikologis.

“Kami beli putus kue-kue para mitra tersebut. Hal ini tentu saja akan mengangkat derajat dan memberikan manfaat bagi pedagang dan pengusaha kue kecil di daerah-daerah,” sebutnya.

Menurut Wulandari, tujuan utama Jajan Story sangatlah simpel namun bernilai moral, yaitu membantu para mitra untuk sama-sama mengangkat kembali jajanan Indonesia menjadi jaya di rumah sendiri. Kini, mitra Jajan Story sudah berjumlah ratusan orang. Namun, hingga akhir tahun nanti, ditargetkan akan terus berkembang menjadi 5.000 mitra yang tersebar di sejumlah daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan kota-kota besar lain. Mitra Jajan Story di antaranya Ibu Ai Wida Ningsih asal Garut Selatan yang memproduksi kue bolu ketan hitam.

Ada Ibu Yeni, artisan kue lumpang yang merupakan kue tradisional dari Palembang dan Jambi, Ibu Putri yang memproduksi kue timpan khas Aceh yang terbuat dari tepung ketan dan pisang dengan isian dari santan, telur, nangka, atau durian, serta kue pastel pusing yang diproduksi oleh Ibu Ninik di Bintaro. Juga ada Ibu Jamilah yang memproduksi kue awug-awug atau Ibu Eka yang membuat puding karamel. Wulan mengutarakan, bagi yang ingin memesan kue khas Nusantara tersebut dapat mengunjungi website atau media sosial Jajan Story dengan minimal pembelian 30 boks.

Harganya tergolong murah, yaitu mulai Rp12.500 per boks isi tiga kue. Kue-kue tradisional di Jajan Story bukan kuliner biasa karena diracik sehat tanpa bahan pengawat dan pewarna, juga dikemas mewah dengan cita rasa yang nikmat.

“Setiap kue kami kurasi dulu rasa dan penampilannya agar layak jual dan pasti enak. Ke depannya kami akan membuat produk inovasi sendiri, juga membuat sebuah lounge yang menawarkan jajanan dan makanan tradisional,” sebutnya.