- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/07/2017

Katanya Kesetaraan Gender, tapi Nembak Duluan Nggak Mau

Lintang Dewi Sukmana

Lintasmaduranews.com - Pernah dengar tentang meme 'katanya kesetaraan gender, tapi nembak duluan nggak mau?'. Nah sebelumnya meme ini sempat booming dikalangan pemuda-pemudi di Indonesia. Dimana meme ini digunakan sebagai sindiran untuk mereka para wanita yang menganggungkan kesetaraan gender. Namun, ketika kesetaraan gender di pasangkan dengan 'Perasaan Cinta' para wanita seakan lemah tidak berdaya, bukankah ini hal yang menarik.

Kesetaraan gender adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan dan berpartisispasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan Nasional (Hankamnas) serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidakadilan structural, baik terhadap laki-laki maupun perempuan (Zaxshack, 2009). Dalam pengertian kesetaran gender tersebut sudah jelas bahwa wanita mempunyai hak yang sama dengan laki-laki. Dimana ketika laki-laki mempunyai hak untuk menyatakan perasaannya terhadap wanita, maka wanita pun juga punya hak yang sama untuk melakukan itu.

Namun fakta di lapangan mengatakan bahwa wanita yang mengagung-agungkan kesetaraan gender itu justru tidak memanfaatkan hak yang mereka punya. Mereka lebih focus pada hak mereka yang lainnya, tentang masalah pekerjan rumah tangga yang tidak sepenuhnya ditanggung istri, upah dalam bekerja yang harus sama dengan laki-laki dan lain lainnya. Bukankah memendam perasaan dengan pekerjaan rumah tangga dan juga upah yang tidak sama antara laki-laki dan perempuan sama-sama membuat wanita gelisah?

Nah dari pada dirundung gelisah alangkah sebaiknya jika wanita memanfaatkan kesetaraan gender untuk mengungkapkan perasaannya. Sedangkan untuk masalah perasaan wanita kurang berani untuk mengekpresikannya. Bukankan  masalah perasaan juga menjadi hal yang penting tapi rumit dalam hidup di dunia ini. Mereka lebih memilih untuk menyimpan perasaannya sendiri sehingnga berefek pada kesehatanya, pendidikannya atau pekerjaannya. Mereka lebih memilih menunggu dan berharap laki-laki agar segera menyadari perasaan mereka.

Dari pada hanya diam menunggu bukankah wanita seharusnya lebih berani untuk mengungkapkan perasaan cintanya terhadap seorang laik-laki. Dengan begitu maka tidak akan ada lagi wanita yang galau karena menahan perasaan dalam hatinya, tidak ada lagi wanita yang kemudian hari menyesal karena terlambat untuk mengungkapkan cintanya kepada seseorang, dan tidak akan ada lagi wanita yang menangis karena gebetannya di gebet oleh orang lain.

Penulis:
Nama   : Lintang Dewi Sukmana
Alamat : Dusun Sawahan, Desa Pademawu Timur, Kabupaten Pamekasan
Tetala   : Pamekasan 27 September 1997