- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/07/2017

Perempuan dalam Media Massa

Adinda Nikmah Yuniarta

Lintasmaduranews.com, - Media massa merupakan sarana penting bagi manusia dalam memperoleh informasi. Apabila berbicara mengenai perempuan dalam media cetak maupun media elektronik. Perbincangan tentang perempuan tidak bisa dilepaskan dari semangat gerakan feminisme yang diawali oleh persepsi perihal ketimpangan posisi perempuan dibandingkan posisi pria di masyarakat. Di mana pria digambarkan sebagai sosok yang mendominasi dan perempuan sebagai sosok yang didominasi.

Media massa dengan  jargon kebebasan ternyata tidak lepas dari semangat patriarki  yang tentunya memberikan implikasi pada kebijakan redaksional, baik disengaja atau tidak. Perempuan menjadi mangsa pasar besar yang menjanjikan bagi media massa. Banyak acara di televisi ataupun media cetak yang bertemakan perempuan.

Hal ini, tidak dapat dilepaskan dari persepsi umum bahwa perempuan merupakan makhluk yang lebih 'bermasalah' daripada laki-laki. Namun, lama kelamaan media massa seakan telah membuat pola-pola diskriminasi yang menyepelekan perempuan demi kepentingan pribadi media tersebut. Media massa membuat konstruksi sendiri tentang citra perempuan melalui konten yang mereka produksi. Misalnya di televisi, pada acara seperti reality show ataupun sinetron perempuan dianggap sebagai pihak yang bodoh, emosional dan labil.

Berita mengenai perempuan hanya berupa sensasi, lelucon murahan, sebagai ratu kecantikan atau bagaimana perempuan diperkosa, menderita, dengan segala kesedihannya. Jarang media massa memberitakan tentang keberhasilan perempuan.

Begitupula dengan iklan, perempuan adalah target utama dari media iklan yang kebanyakan berisi bujukan dan rayuan belaka. Dengan tayangan maupun pemberitaan tersebut, media telah mengontruksi citra dan representasi perempuan yang belum tentu realitas sosialnya di masyarakat seperti itu.


Penulis : Adinda Nikmah Yuniarta

Tetala   : Sidoarjo, 7 juni 1997