- - - -
Facebook  Twitter  Google+

13/07/2017

Perkembangan Emansipasi Wanita Indonesia di Masa Kini

Uswatun Hasanah

Manusia diciptakan dengan dua jenis kelamin, yakni pria dan wanita. Pria pada umumnya merupakan insan yang memiliki sifat maskulin semisal; kuat, pekerja keras, agresif, tegas, keras, berkepemimpinan, dll. Sedangkan wanita merupakan seorang insan yang mempunyai sifat faminim semisal; lemah lebut, emosional, lemah, sensitif, pemalu, gemulai dll. Pada dasarnya kondrat wanita ada dibawah kaum pria. Namun keadaan tersebut terkadang disalah artikan oleh kaum pria.

Dulu pada masa dijajah oleh bangsa Belanda kaum wanita tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan seperti kaum pria, kau wanita pada waktu itu hanya menjadi budak penjajah dan pada umumnya hanya menjadi ibu rumah tangga, Yang dikerjakan ibu rumah tangga pada saat itu juga terbatas pada tugas-tugas menjalankan fungsi sebagai istri, mengasuh anak, mengurus dapur, dan pekerjaan rumahtangga lainnya. Hal tersebut dikarenakan kaum wanita dianggap lemah dimata kaum pria.

Seiring berkembangnya zaman, maka timbulah kesadaran dalam benak para wanita Indonesia akan perlunya yang namanya emansipasi wanita. Dimana emansipasi wanita adalah proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju. Berbicara tentang emansipasi wanita, maka tidak akan terlepas dari tokoh yang bernama Kartini, seorang wanita priyayi jawa yang memiliki pemikiran maju di masanya dan menjadi penggerak emansipasi wanita di Indonesi.

Sejak saat itu para wanita Indonesia mulai timbul keinginan untuk menunjukkan kepada para kaum pri bahwa dirinya memiliki hak serta memiliki kecerdasan yang sama untuk mengaplikasikan keilmuan yang dimilikinya agar wanita tidak lagi dipandang rendah dan direndahkan derajadnya di mata  pria.
Sekarang ini kita sudah bisa melihat positif kemajuan para wanita Indonesia dalam suatu indikasi dimana pekerjaan ataupun kedudukan dalam masyarakat tidak lagi hanya diduduki atau dikuasai oleh para kaum laki-laki. seperti yang bisa kita lihat sudah banyak pekerjaan atau jabatan mulai dari pegawai negeri/swasta, dokter, TNI/POLRI, arsitek, direktur, menteri  bahkan sampai jabatan tertinggi yakni presiden sudah pernah diperankan oleh seorang wanita Indonesia.

Namun disisi lain adapun hal negatif dari penyalah artian akan kebebasan dalam emansipasi. Kebebasan yang dimaksud dalam emansipasi adalah  kebesan dari perbudakan, persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakan. Di zaman yang modern seperti sekarang ini, banyak kau wanita menganggap bahwa emansipasi menunjukkan tidak ada lagi deferensiasi antar kaum wanita dengan kaum pria dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Dalam emansipasi wanita salah satunya menjunjung tinggi nilai bahwa kaum wanita memiliki hak yang sama dalam bidang pendidikan. Sekolah khusus wanita pertama kali didirikan oleh Kartini, yang pada akhirnya membuktikan banyak purti bangsa yang bisa mengangkat harkat dan martabat kaum wanita. Untuk di zaman yang modern ini terbukti pula banyak anak sekolah yang meraih prestasi bahwakan sebagian besar berasal dari kaum wanita.

Tetapi dengan adanya prestasi-prestasi yang telah diukir tersebut, kaum wanita merasa bisa menandingi kemampuan dan berbagai kegiatan yang dimiliki oleh kaum pria. Biasanya apabila terjadi hal seperti itu, maka yang dikatakan kaum wanita adalah  sekarang ini zamannya emansipasi, jadi tak apa jika kita menyamakan diri kita dengan kaum pria. Hal tersebut merupakan sebuah kesalahan. Karena kodratnya wanita pasti ada di bawah kaum pria. Kesalahan kaum wanita yang lain seperti merokok, berjudi, minum-minuman keras, menjadi pecandu narkoba, pergaulan bebas dan masih banyak lagi. Ketika kaum wanita sudah melakukan semua hal tersebut, maka mungkin sudah tidak ada lagi rasa malu dalam dirinya.

Penulis:
Nama         : Uswatun Hasanah
Tetala         : Sampang, 15 April 1997
Pendidikan: Mahasiswi S1 psikologi, Universitas Trunojoyo Madura
NIM             :150541100121