- - - -
Facebook  Twitter  Google+

22/07/2017

Setelah Bubar, Kemana Berlabuh?

Ilustrasi

Lintasmaduranews.com - Di beberapa media, terutama online, sekumpulan Ormas dan Parpol siap menerima bila aktivis HTI mau berlabuh ke kelompoknya. PBNU, GP Ansor, PPP siap menampungnya.

Menurut pengamatan saya, Aktivis HTI bukanlah tipekal Gafatar atau gerakkan yang menyimpang dari islam. Sepengamatan saya, aktivis HTI yang diduga berjumlah lebih dari dua juta orang, Sidney Jones seorang pengamat Terorisme pun dalam sebuah ulasan menduga jumlah aktivis HTI lebih besar dari apa yang diduga selama ini.

Wajar, jika pembubaran HTI diiringi dengan harapan sejumlah kelompok, utamanya Partai politik, untuk mendapat dukungan suara segar demi memuluskan langkah di tahun 2019. Tidak mudah tentunya untuk menarik dukungan aktivis HTI mengingat, selama ini gerakkan HTI lahir atas dasar kesamaan visi dan misi serta berlandaskan pemikiran islam. Sejalan dengan itu, saya menduga, mereka yang terlibat dalam kepengurusan HTI, tidak akan serta merta mendeklarasikan diri bergabung ke kelompok lainnya. Maklum, idealisme pengurus HTI dikenal sangat tinggi, bahkan materi yang biasanya jadi "mahar" tidak bisa dilakukan.

Justru, sehemat saya, HTI meskipun secara legal form telah dibubarkan, namun keberadaannya masih sangat dirasakan oleh masyarakat. Maka tak heran, Masyarakat sudah sangat simpati dan empati kepada aktivisnya. Maka, untuk menarik daya dukung perjuangan aktivis HTI, kelompok yang ada harus membuat tantangan perjuangan dan pemikiran dengan islam dan bersih dalam arti tidak melakukan upaya kemaksiatan secara nyata.

Bahkan, pembubaran HTI bisa jadi buah simalakama yang pahit bagi mereka yang mengusung perumusan PERPPU No. 2 tahun 2017 sebab, masyarakat justru telah menilai kesewenangan terjadi kepada gerakkan yang dinilai punya peranan besar dalam menggulirkan aksi Tolak Pemimpin kafir itu. Selama kelompok, ormas dan partai politik yang berharap mendapat limpahan orang dan dukungan dari eks HTI tidak berubah prinsip sesuai arah gerakkan perjuangan HTI, sangat sulit eks HTI terlibat dan aktif pada kelompok tersebut.

Jadi, jangan terlalu pede dengan jumlah materi yang tidak tak terbatas, atau jabatan yang ditawarkan kepada pengurus eks HTI yang dibubarkan, sebab hal itu bukanlah yang dicari mereka. Yang dicari mereka adalah perjuangan yang semuanya bermuara karena dan kepada Allah SWT semata.

Penulis: Rizqi Awal
Ketua Eksekutif Komunitas Politik Pembebasan.