- - - -
Facebook  Twitter  Google+

12/07/2017

Tiga Media Dilaporkan Pendukung dan Loyalis Bupati Sumenep

Satnawi, saat press realese

Lintasmaduranews.com, Sumenep - Pendukung dan loyalis Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim, yang tergabung dalam Gerakan Cinta Buya (GCB), melaporkan tiga media online ke polisi, Selasa (11/7/2017) akibat pemberitaan terkait pencemaran nama baik Bupati saat kunjungan ke Pulau Gili Raja bersama isterinya, Nurfitriana Busyro Karim.

Sedikitnya, ada empat orang yang bertanda tangan dikertas press realese yang diberikan oleh pihak pelapor ke sejumlah wartawan. Yakni, Satnawi sebagai koordinator umum Gerakan Cinta Buya (GCB), Moh. Syukri sebagai koordinator Loyalis Cinta Buya, Siswadi sebagai koordinator Sajan Mantap, dan Dzainori sebagai koordinator Alumni Ponpes Al-Karimiyah.

Tiga media online tersebut yakni suaraindonesia-news.comfaktualnews.com dan memoonlines.com.

Dalam sebuah foto yang diunggah Beloe Bwatmoesllu, Bupati dua periode ini tampak tidur di atas paha sang istri saat dalam perjalanan.

Atas foto tersebut, suaraindonesia-news.com memuat berita dengan judul ‘Heboh, Bupati Sumenep Tiduran di paha Perempuan Cantik Berkerudung Merah’, faktualnesw.co menulis dengan judul ‘Manisnya Bupati Sumenep Bersama Istri Saat Bepergian ke Pulau Giliraje’, sementara memoonlines.com memberi judul ‘Heboh, Foto Bupati Sumenep Tidur di Paha Wanita Cantik Menyebar’.

“Kami menilai pemberitaan di tiga media online tersebut telah merendahkan harkat dan martabat sosok Buya sebagai kiai, pengasuh Ponpes serta sebagai Bupati Sumenep,” kata koordinator Gerakan Cinta Buya, Satnawi, Selasa (11/7/2017).

Menurutnya, tiga media online tersebut telah melanggar kode etik jurnalistik karena dalam pemberitaannya tidak disertai dengan konfirmasi dari yang bersangkutan sehingga dinilai sepihak.

“Menyebar kebencian melalui pemberitaan yang menyudutkan pribadi Bupati, menimbulkan ketidak nyamanan di tengah keluarga serta menyebar fitnah ke publik,” ungkap mantan ketua PC PMII Sumenep ini.

Sementara, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, membenarkan adanya laporan dari simpatisan dan pecinta Bupati Sumenep. Menurutnya, laporan tersebut merupakan pengaduan dari masyarakat sehingga perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kita lakukan penyelidikan dulu dan mengumpulkan bukti, jika dianggap cukup baru akan dilanjutkan ke tingkat penyidikan,” imbuh Suwardi.